Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan

Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan

Posted on

Labu siam atau labu siem merupakan salah dari satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang sedikit manis membuat sayur berwarna hijau ini sering diolah menjadi hidangan yang enak.

Pada umumnya, labu siam akan lebih dinikmati sebagai lalapan, pelengkap sambal pada menu masakan Sunda. Namun, tidak sedikit juga yang mengolahnya menjadi sayur lodeh, lontong sayur, atau pun tumis labu siam.

Kandungan Nutrisi labu siam

sekilas, labu siam memang tidak terlalu popular dari jenis sayuran yang lainnya. Meskipun begitu, sayuran ini sebenarnya memiliki manfaat akan kesehatan yang tidak kalah banyak. Karena tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh, labu siam merupakan salah satu jenis sayuran yang rendah akan kalori. Tidak heran, jika sayuran ini sering direkomendasikan bagi mereka yang ingin menurunkan kolesterol dan mengurangi berat badan.

Tidak hanya itu, labu siam memiliki kaya akan serat, antioksidan, zat besi, mangan, fosdor, seng, potassium, tembaga, vitamin B1, B2, B6, dan vitamin C. Labu siam juga kaya akan kandungan folat yang dapat membantu pembentukan sel dan sintesis DNA. Selain itu, sayuran ini juga nyatanya mengandung sejumlah kecil antioksidan poliponon, aglikon, flavonoid yang sangat penting dalam membantu dalam memerangi radikal bebas dan spesies oksigen reaktif (SOR) di dalam tubuh yang keduanya memiliki peran dalam penuaan dan perkembangan kanker.

Lantas, manfaat apa saja sih yang bisa didapatkan dari labu siam ini? Kita akan membahasnya satu persatu.

  1. Menurunkan berat badan
    Seperti beberapa dari jenis labu lainnya, labu siam memiliki jumlah kalori yang rendah, yakni hanya sekitar 16 kalori per 100 gram. Selain itu, labu siam juga tidak memiliki kandungan lemak jenuh dan tinggi akan serat, sehingga sangat baik dikonsumsi untuk proses dalam penurunan berat badan.
  2. Mencegah cacat pada bayi
    Sayur labu siam juga tinggi akan vitamin B kompleks dan asam folat. Mengkonsumsi 100 gram labu siam dapat memenuhi sekitar 23% asam folat yang dibutuhkan tubuh. Asam folat sendiri merupakan salah satu zat yang sangat penting untuk membantu melancarkan proses pembelahan sel, membantu pertumbuhan janin, dan mencegah bayi dari kecacatan neurologis.
  3. Menurunkan kolesterol
    Labu siam tidak memiliki kandungan akan lemak jenuh dan minim kalori. Mengkonsumsinya secara rutin dapat membantu dalam mengontrol kadar kolesterol agar tetap stabil. Selain itu, kandungan apigenin dan luteolin yang dimiliki labu siam juga berguna untuk melawan dan membunuh beragam jenis penyakit yang disebabkan oleh efek radikal bebas.
  4. Menguatkan stamina
    Labu siam juga diketahui mengandung kalium yang merupakan salah satu jenis elektrolit yang sangat bermanfaat sebagai sumber stamina tubuh. Per 100 gram labu siam mengandung sekitar 125 mg kalium yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kalium harian dalam tubuh.
  5. Mencegah penuaan dini
    Labu siam merupakan salah satu jenis sayuran dengan kandungan flavonoid yang lumayan tinggi. Kandungan flavonoid yang ada didalam labu siam dapat membantu tubuh untuk melawan zat berbahaya seperti Reactive Oxygen Species (ROS), yakni suatu zat yang berasal dari oksigen reaktif yang bisa membahayakan tubuh, sekaligus menghambat radikal bebas penyebab penuaan dini.
  6. Sumber antioksidan
    Labu siam mengandung sekitar 7,7 mg vitamin C. Vitamin C sendiri merupakan salah satu jenis antioksidan yang bisa membantu mencegah kerusakan pada sel dan mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Dan, mengkonsumsi 100 gram labu per hari, akan memenuhi sekitar 13 persen vitamin C yang dibutuhkan bagi tubuh.
  7. Mengobati batu ginjal
    Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of North Florida, labu siam terutama daunnya dapat dipakai dalam pengobatan batu ginjal. Bukan hanya itu saja, menyisipkan labu siam ke dalam menu sehari-hari juga diklaim memiliki manfaat untuk membantu mengontrol tekanan darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan juga mencegah hipertensi.
  8. Anti kanker
    Kandungan antioksidan flavonoid poli fenolik pada labu siam bisa mengikat radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita. radikal bebas ini jika tidak diperhatikan baik-baik, maka bisa memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Karena itulah jika kamu mengkonsumsi labu secara rutin dapat membantu mencegah tumbuh kembang sel kanker dalam tubuh.
    Bukan hanya itu, sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh para mahasiswa UGM diketahui bahwa labu siam bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan salep untuk pengobatan alternatif melanoma maligna. Hal ini dikarenakan labu siam memiliki kandungan senyawa flavonoid dan saponin yang merupakan senyawa metabolit sekunder dan mempunyai sifat sebagai anti kanker.

Terima kasih sudah mau mampir dan membaca, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua.