Dampak Buruk Gadget Terhadap Psikologis Anak

Dampak Buruk Gadget Terhadap Psikologis Anak

Posted on

Dijaman serba modern ini hampir semua orang menggunakan gadget, terutama pada anak-anak. Tapi tahu kah bahwa gadget dapat memberikan dampak yang buruk terhadap anak-anak? Kebanyakan para orang tua mungkin tidak tahu akan hal ini. Maka dari itu jika anda sebagai orang tua harus selalu waspada terhadap hal-hal baru dan serba modern ini. Sebelum memberikan sesuatu kepada anak alangkah baiknya kita mencari tahu manfaat atau dampak nya, bisa melalui internet atau konsultiasi ke dokter.

Berikut ini adalah merupakan dampak buruk gadget terhadap anak-anak :

  1. Anak kurang peduli dengan lingkungan
    “Anak-anak yang senang dan sering bermain gadget secara intens berjam-jam biasanya tidak suka memperhatikan orang lain di sekitarnya, padahal hal ini sangat penting untuk perkembangannya,” kata psikolog keluarga Astrid WEN, Kamis, 24 November 2016.
    Astrid menerangkan, survei telah membuktikan metode pembelajaran terbaik masih berdasarkan sosialisasi dan interaksi. tidak hanya itu, kerugian bermain gadget tanpa terkontrol adalah waktu istirahat anak menjadi berkurang, yang akan berdampak pada perkembangan fisik dan menurunkan kesempatan anak mengembangkan kemampuan berpikirnya. “Dan pada akhirnya anak tidak tumbuh menjadi orang-orang yang dapat merefleksikan dan mengekspresikan diri,” ujarnya.
    Astrid juga menyebutkan tanda-tanda anak yang sudah cenderung sering menggunakan gadget yang mengarah pada kecanduan. Di antaranya menjadi lupa waktu, anak menjadi cepat marah saat permainannya diinterupsi, pekerjaan rumah menjadi terbengkalai atau tidak selesai, hingga yang paling parah menarik diri dari lingkungan dan sering bermain gadget sembunyi-sembunyi.
  2. Memicu Anak Berkarakter Anarkis
    Diantara sebagian game ataupun tontonan pada gadget memperlihatkan kekerasan sehingga hal ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Anda sebagai orangtua harus bisa membatasi penggunaan gadget pada anak dan sebaiknya mendampingi anak ketika menggunakan benda tersebut supaya tidak memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan anak.
    Anda dapat mencegah dampak buruk gadget dengan melakukan cara bersikap bijak dalam memperkenalkan gadget untuk anak. Jangan berikan gadget khusus untuk anak anda, biarkan dia menggunakan milik anda sehingga penggunaannya gadget bisa dibatasi dengan mudah. Jika anak menggunakan gadget Anda ada baiknya memutuskan koneksi internet supaya anak tidak mengklik situs yang tidak dianjurkan. Dan juga, Anda juga harus senantiasa mendampingi anak ketika menggunakan gadget.
  3. Anak Lambat memahami pelajaran
    Kebiasaan anak-anak yang asik dengan gadget akan sangat berpengaruh terhadap kinerja otak dalam menangkap informasi. Salah satunya adalah ketika anak mendapatkan pelajaran di kelas cenderung susah untuk memahami apa yang disampaikan oleh guru. Selain itu, anak-anak juga akan cenderung malas untuk belajar dan membaca buku akibat dari kecanduan untuk bermain gadget sehingga prestasi secara akademik menurun.

Lalu bagaiman jika anak sudah terlanjur kecanduan gadget ?

  • Anda sebagai orangtua, sebaiknya Anda dituntut bisa dan tegas. Membatasi anak Anda menyentuh gadget, misal dengan memberikan jadwal “jam gadget”, anak Anda hanya boleh memainkan gadget pada jam jam tertentu, Tentu saja Anda juga yang harus menyimpan gadget nya dan memberikannya pada jam sesuai jadwal yang telah Anda buat.
  • Meminta paksa gadget jika anak Anda ketahuan sembunyi-sembunyi menggunakannya, dan memberikan peringatan buruk jika ketahuan lagi.
  • Kenalkan dan dampingi anak pada permainan tradisional seperti, membuat origami dari kertas, bermain lempar tangkap, dan sebaginya. Selain bisa melatih sensor motorik anak, permainan di atas juga dapat membangun waktu yang berkualitas dan memperkuat kepercayaan pada anak dan orangtua.

Semoga ini bermanfaat untuk anda dan mulailah membangun waktu yang berkualitas untuk anak anda. Anak-anak sangatlah cepat perkembangannya jadi jangan biarkan anak anda mencadi kecanduan gadget dan gantikan peran gadget menjadi peran anda sebagai orangtua.